Oplus_131072
Palangka Raya, turinews.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan, telah merespons dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 16 warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya.(6/2/26)
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menegaskan bahwa Pemko Palangka Raya tidak berada pada posisi sebagai pengawas teknis, melainkan berperan memfasilitasi agar program MBG dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran. “Pemko hanya memfasilitasi dan mendorong agar program MBG ini berjalan lancar,” ujarnya.
Dinas Kesehatan telah melakukan pengecekan kondisi warga yang terdampak dan berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak dapur penyedia makanan untuk mengonfirmasi proses penyediaan dan distribusi makanan. “Jadi Dinas Kesehatan mengonfirmasi ke SPPG dan dapurnya seperti apa, tapi kita tidak menghakimi siapa pun,” lanjutnya.
Arbert menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari tanpa mengganggu pelaksanaan program yang menyasar pelajar dan masyarakat rentan. “Ini untuk mengurangi risiko ke depan agar tidak terlalu banyak kejadian seperti ini,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 16 warga mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan MBG di Posyandu Harum Manis, dengan empat orang harus menjalani perawatan medis. Ketua Posyandu Harum Manis, Isnaniyah, mengatakan empat warga yang dirawat di rumah sakit dan makanan yang dikonsumsi oleh penerima manfaat adalah telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon.
Hingga Jumat sore, seluruh pasien yang sempat dirawat dilaporkan berangsur membaik, sementara Pemko Palangka Raya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang terkait penyebab pasti kejadian tersebut. ( es)
