Oplus_131072
Palangka Raya, turinews.co.id/ – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah Noor Fazariah Kamayanti, menegaskan perlunya pengelolaan sektor pertambangan yang tidak hanya menyumbang penerimaan negara, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan setelah Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng, Vent Christway, melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Minerba hingga triwulan II tahun ini mencapai Rp5,008 triliun, dengan Dana Bagi Hasil (DBH) Rp801,84 miliar.
“Capaian PNBP ini membuktikan Kalteng memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tetapi yang perlu dipikirkan bersama adalah bagaimana potensi ini juga memberi dampak nyata bagi peningkatan PAD dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kamayanti, Selasa (26/8/2025).
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kapuas itu menilai, pemerintah provinsi perlu mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memperkuat regulasi, memperbaiki tata kelola perizinan, serta memastikan perusahaan pertambangan beroperasi sesuai ketentuan.
Ia menekankan, hasil kekayaan alam seharusnya tidak hanya tercatat dalam angka PNBP, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya untuk pembangunan Kalteng. Karena itu, pengawasan dan transparansi dalam pengelolaan sektor Minerba dinilai sangat penting.
Selain itu, Kamayanti mendorong agar pemerintah daerah tidak bergantung semata pada DBH dari pusat, melainkan mencari inovasi dalam menggali sumber PAD di luar sektor pertambangan guna memperkuat kemandirian fiskal daerah.( Es)
