Oplus_131072
Palangka Raya, turinews.co.id/ – Di tengah tekanan fiskal yang menipis hingga Rp2 triliun, rencana besar membangun jalur Hayaping–Patung tak dibiarkan kandas. Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Ampera, menegaskan proyek ini harus tetap bergerak karena menjadi urat nadi koneksi desa-desa dari arah Tamiang.
Awalnya, pemerintah daerah menyiapkan Rp50 miliar. Namun angka itu terus menyusut: turun menjadi Rp30 miliar, terserap Rp19,8 miliar saat lelang, lalu ditambah adendum Rp5,9 miliar. Pada perubahan APBD 2025, pemerintah mengembalikan Rp15,7 miliar. “Ini bukan penambahan, tapi pengembalian. Awalnya hilang sekitar Rp20 miliar, tapi kondisi keuangan kita memang sedang turun,” ujar Ampera, Jumat (12/09/25). Ia memastikan pemerintah berjanji menggulirkan anggaran lagi tahun depan.
Bagi warga, jalur Hayaping–Patung bukan sekadar aspal dan beton. Statusnya kini sudah naik menjadi jalan provinsi, dan keberadaannya jadi alternatif penting agar mobilitas masyarakat lebih aman dan lancar. “Orang sulit lewat sana, padahal banyak desa yang terhubung,” katanya. Jalan rusak yang kerap memicu kecelakaan pun menambah urgensi perbaikan.
Ampera menilai pengembalian dana melalui APBD Perubahan adalah kompromi di tengah keterbatasan, tapi menekankan proyek ini tak boleh berhenti. “Yang terpenting, pembangunan ini jangan berhenti. Meski bertahap, jalan itu harus dituntaskan karena menyangkut perekonomian masyarakat hususnya. (Es)
