Oplus_131072
Muara Teweh, pilarkalimantan.con perjalanan demokrasi di Kabupaten Barito Utara akhirnya tiba di ujungnya. Setelah melalui proses panjang dan penuh dinamika, masyarakat kini memiliki pemimpin baru yang akan menakhodai daerah selama lima tahun ke depan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Barito Utara, Rayadi, menyampaikan pandangan reflektif dan penuh makna tentang pentingnya persatuan pasca pemilihan.
“Perjalanan demokrasi di Barito Utara cukup panjang dan berliku. Namun, Alhamdulillah, semua bisa kita lalui dengan baik. Kini sudah terpilih pemimpin yang akan menakhodai dan membawa arah baru bagi daerah ini,” ungkap Rayadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025).
Menurutnya, pelaksanaan demokrasi bukan sekadar soal perbedaan pilihan, melainkan juga ujian kedewasaan masyarakat dalam menghargai keberagaman pandangan. Ia menilai, masyarakat Barito Utara telah menunjukkan kematangan berdemokrasi dengan kembali bersatu setelah proses politik selesai.
“Alhamdulillah, masyarakat kita sudah dewasa. Mereka mampu menyikapi berbagai dinamika yang terjadi sebelumnya dengan hati yang lapang. Kini saatnya kita melebur, bergandeng tangan, dan bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan,” ucapnya lagi.
Dia juga menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah hanyalah satu babak dalam perjalanan panjang pembangunan Barito Utara.
Namun tantangan berikutnya adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang pilihan politik, dapat berperan aktif mendorong kemajuan daerah.
Bagi Rayadi, hakikat demokrasi bukan hanya tentang memilih siapa yang menang, tetapi juga tentang bagaimana rakyat menyikapi hasilnya dengan lapang dada. Ia percaya, Barito Utara kini telah menunjukkan kedewasaan politik yang patut dibanggakan.
Perbedaan pilihan itu katanya hanya bagian dari perjalanan demokrasi, namun tujuan kita tetap satu ingin melihat Barito Utara maju dan meninggalkan ketertinggalan dari daerah lain, dan itu hanya bisa terwujud jika masyarakat bersatu bergandeng tangan.
Dipaparkan lagi olehnya perbedaan pilihan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru di situlah letak indahnya demokrasi, ketika setelah berbeda, kita tetap bisa duduk bersama, bekerja bersama, dan membangun bersama demi Barito Utara tercinta,
Pesan yang disampaikannya memang sangat sederhana, Namun mengandung makna yang dalam.
Dalam suasana pasca pilkada yang sudah tenang, menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati bukan diukur dari siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi dari sejauh mana masyarakat tetap bersatu setelah pemilihan usai.
“Mari kita rajut kembali persaudaraan yang mungkin sempat renggang. Kita ini satu keluarga besar yang berpalsafah huma betang pemilik Bumi Iya Bengkang Turan,” tutuonya mengakhiri (Red)
